Ceritanya Wong Xan Thai pengin foto karena kebetulan lagi main-main ditempat baru. "Papa Wong foto.. Papa Wong foto.. Disini!" begitu teriaknya. Setelah jepret sana jepret sini, jadilah Wong Xa Min mengambil gambar Wong Xan Thai dengan berbagai posisi. Mengingat banyaknya posisi yang diambil Wong Xan Thai, dengan terpaksa Wong Xa Min mencomot satu saja seperti yang terpajang di sebelah ini.
15 September 2008
Wong Xan Thai Minta Foto
Ceritanya Wong Xan Thai pengin foto karena kebetulan lagi main-main ditempat baru. "Papa Wong foto.. Papa Wong foto.. Disini!" begitu teriaknya. Setelah jepret sana jepret sini, jadilah Wong Xa Min mengambil gambar Wong Xan Thai dengan berbagai posisi. Mengingat banyaknya posisi yang diambil Wong Xan Thai, dengan terpaksa Wong Xa Min mencomot satu saja seperti yang terpajang di sebelah ini.
31 Mei 2008
Wong San Thai, Wong Jowo dan Wong Sang A Ta
Suatu ketika, sepupu tercinta Wong San Thai dan Wong Jowo berkunjung ke Ibu kota. Wong Sang A Ta, demikian nama sepupu tercinta, jauh-jauh datang dari kawasan orang utan di kalimantan untuk menambah pengetahuan di Jakarta dan Jawa Barat. Beberapa tempat sempat dikunjungi Wong Sang A Ta, mulai dari Teropong Boscha di Lembang, Taman Safari di Cisarua Bogor, beberapa tempat lain di Jakarta dan akhirnya bisa bertemu dengan para sepupu di Museum Iptek TMII.
Para saudara bertemu dimulai dari saat mengantri beli tiket masuk, melihat-lihat isi Museum sampai kemudian keluar dan pulang kembali ke tempat masing-masing.
09 September 2007
Wong Xa Min dan Lusi
Kalau boleh berkomentar sebenarnya agak edan juga, melihat pengeboran gas yang berlokasi tidak jauh dari kawasan pemukiman dan industri. Setahu Wong Xa Min yang namanya pengeboran gas biasanya letaknya jauh di tengah hutan atau di tengah laut. Lha kok ini bisa di dekat pemukiman, siapa yang keliru ngasih ijin ya? Ya ora weruh (sekali lagi Mr. Ora Weruh yang harus menjawab).
Waktu beberapa kali melewati jalan tol Gempol - Waru, yang merupakan jalur utama distribusi perekonomian di Jawa Timur, saat pengeboran sedang berlangsung, memang tampak indah sekali di waktu malam. Lampu-lampu menyala terang, menyirami segala macam peralatan yang berada di bawahnya. Tapi saat kembali melihat lokasi tersebut, yang terlihat hanya lautan lumpur dengan bau yang cukup "wangi" sewangi bau pasar induk Kramatjati setelah disiram hujan.
Pada kesempatan pertama melihat lokasi semburan, Wong Xa Min belum sempat mengabadikan keberadaannya. Untuk kesempatan kedua tersebut Wong Xa Min tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan keberadaan dirinya di lokasi tersebut. Dengan menahan bau dan panas... jeprettt... jadilah Wong Xa Min berdiri di samping si Lusi (LUmpur SIdoarjo).
Langganan:
Postingan (Atom)